Untuk Berlian Hitam
dua hati berteduh dari emosi-emosi berkepanjangan.
emosi-emosi kemunafikan dan menjauh dari kebringasan waktu.
dua hati itu mengadu dan memadu saling mencumbu
akan kecemburuan anggunnya gemulai.
Hatiku naif mengukur kesetiaan pujangga
pada syair-syair kebohongan, hatimu mengalihkannya dengan senyuman miris.
dua hati menceritakan kegilaan segala gundah, suka dan cinta.
hatimu kalut melepas hati-hati yang sepi merentangkan sosok-sosok pembeda.
hatimu telah jatuh cinta
pada arus yang menggiringmu ke arah lembayung kebinasaan








Tidak ada komentar:
Posting Komentar