Blogger Templates
Cute Baby Hello Kitty Twins

star two

Selasa, 29 Maret 2011

Kisah Bernada Pilu

 

Malam ini  guratan  kegundahan takkan pernah terpancar lagi . Air  mataku  hanya menetes sebentar mengikhlaskan  sebagian  jiwa yang telah jauh pergi.
Mungkin sudah takdirku untuk merelakannya!”
****
Berkali-kali kegoisannya selalu menghujam batin ini, mengendap hingga kini. Setiap harinya hanya ada hinaan yang kau tamparkan di balik ketulusanku.  Membandingkanku dengan wanita itu membuat batin ini semakin perih.
Ingin rasanya rahasia  kita kuungkapkan pada wanita itu.
“dua hati berteduh dari emosi-emosi berkepanjangan.
emosi-emosi kemunafikan dan menjauh dari kebringasan waktu.
dua hati itu mengadu dan memadu saling mencumbu…..”
Ini bukan pembalasan, melainkan secuil perjalanan pencarianmu untuk medapatkan keindahan fisik semata. Keindahan yang suatu saat bisa membuatmu merasa indah dan itu bukan aku.
Mungkin ku tak kelihatan indah atau karena ku tak bisa melengkapi keindahan ragamu. Hanya notes kecil yang bisa mewakili dirimu sebagai pelampiasan marahku.
“Hatiku naif  mengukur kesetiaan pujangga
 pada syair-syair kebohongan, hatimu mengalihkannya dengan senyuman miris…”

Berhari-berhari kata-kata indah selalu meluncur dari ucapmu tapi tak pernah puitis kau menghadiahkannya padaku. Hanya sempurna dan tidak sempurna yang kau agung-agungkan pada sosok wanita itu, dan lagi-lagi bukan aku.
Berulang-ulang pujian itu `berdengung di telingaku, “siapakah wanita itu”
Berharap suatu masa ku bisa mengenalnya lebih dekat sebab teringat akan obrolan ku dengannya kemarin malam.
 “Kau sombong, setiap melihat butik pakaian kau langsung berteriak histeris”
 “Itu memang kebiasaanku, maniak belanja”
 “Kau bukan orang kaya tapi caramu seperti orang kaya, lihat dia walaupun  orang tuanya lebih kaya dari orang tuamu tapi dia tidak sombong sepertimu!”
Ingin rasanya ku menamparmu di depan  mereka, tapi jika itu kulakukan akan memperburuk suasana makan malam ini.
Terlintas kembali di benakku, siapa wanita itu dan mengapa ku selalu terpojok dengan pujian terhadapnya. Dan ini kemarahanku yang ke dua padamu.
“Hatimu kalut melepas hati-hati yang sepi merentangkan sosok-sosok pembeda.
hatimu telah jatuh cinta
 pada arus yang menggiringmu ke arah lembayung kebinasaan
yang pasti menimpamu, itu kata hatiku”
Ingin rasanya ku bertanya tentang semua perubahan yang ada pada dirinya namun hanya keangkuhan yang kau lampiaskan untukku seperti malam itu.
 “Kau bukan siapa-siapa untukku, kita hanya teman bahkan teman biasa dan kau  jangan pernah melarangku untuk tidak berteman dengan wanita manapun”
 “Tapi aku hanya penasaran siapa wanita yang bisa membuatmu berubah menjadi angkuh padaku”
 “Suatu saat kau pasti akan kukenalkan karena dia wanita pujaanku sejak dulu”
Kata-kata yang sengaja diucapkannya membuat dadaku sesak dan dan lagi-lagi bukan aku.
Mungkinkah aku cemburu padanya, sedang ia mengembara bersama impiannya.
 “kepercayaan berlari mengejar jejak-jejak suram
 yang menerbangkan keinginanmu
 untuk hati paling terkecil dari benakmu.
 hari ini dua hati kulihat bergelayutan”
Dan itu cemburu pertamaku untukmu.
Teringat akan janji kita sewaktu di puncak setahun lalu, dan kau memberi secercah harapan indah yang terselubung di balik perjanjian abstrak yang selalu ku ingat sampai sekarang dan sampai kapanpun.
“Ada hati yang berdiri di atas konsekuensi.
 hati yang lain mencoba menerobos pagar ketegara”
Aku bosan dengan kisah ini segera ku berkemas-kemas menuju terminal pencarianku.
****
Tiga bulan pun berlalu tanpa ada nada-nada dering darinya, pesan-pesan singkat bertegur sapa, kemarahan yang tak berujung. Akhirnya sepi pun semakin terperi andai ia suatu saat kembali. Walau ada rasa rindu yang membelenggu ragu namun takkan bisa menghempaskan cemburuku padanya. Entah sampai kapan, aku terus menunggu dan lagi-lagi bukan aku.
“Malam berganti malam ada hati yang mesra berderai air mata,
 hatimu hanya menambah dengan lecutan pedih.
tidakkah hatimu memiringkan puncak egois
aku hanya berjanji
ingin mengatup tabir dari mimpi-mimpi usang yang telah usai”
Sebelum fajar menjelang niat hati ingin bertanya kabar dengannya sebab mimpi-mimpi tentangnya terus berdatangan lewat tidurku. Dengan jari-jari bergetar ku memberanikan diri menekan tombol-tombol pada ponselku sembari memikirkannya.
 Assalammualaikum, apakah kamu baik-baik saja sekarang? Perasaanku tidak enak tentangmu selama ini”
Berjam-jam lamanya ku menunggu balasan darinya tapi tak tampak juga, mungkin ia telah bahagia ataupun tak mengenaliku lagi. Keesokan paginya setelah ku bermunajat pada Sang Pencipta, ternyata ia telah membalasnya lewat kata-kata yang sangat meleburkan segala harapanku.
 “Aku baik-baik saja, kenapa baru sekarang kau menghubungiku tapi sekarang ku sudah punya pacar”
 “Semoga kau berbahagia dengan wanita pilihanmu, dan biarkan ku bawa hati ini sendirian, andaiku menyatakannya padamu pasti kan sia-sia sebab kau takkan memilihku sampai kapanpun”
 “Bagaimana bisa kau katakan ku tidak memilihmu ? namun kau tidak pernah peka terhadap sikapku selama ini”
 “Tapi kau pernah mengatakan padaku, jika suatu saat nanti ku bisa berubah jadi baik kau akan memilihku, sekarang tak ada gunanya ku memohon padamu”
 “Aku sangat mencintainya dan aku tak bisa mengkhianatinya”
 “Sudahlah, biarkan ku bawa hatiku yang patah  bersama kisah kita selama ini, dan jangan pernah kembali padaku andai bahagia itu meninggalkanmu”
Tuhan inikah jawaban penantianku selama ini, saat ku harus mencari jawaban kecemburuanku padanya namun kini ia telah memilihnya dan lagi-lagi bukan aku.
“Pagi ini embun tak membasahi wajah-wajah gerimis itu
rantingnya dipatahkan oleh dahannya sendiri...
walaupun ia telah dipatahkan oleh jawaban itu
takkan kubiarkan ia patah selamanya..
karena sambungan nafasku kan menyatukannya








Jumat, 25 Maret 2011

Lirik Mother By Seamo

"Hi Mother, Haikei, genki ni shitemasuka?
Saikin renraku shinakute gomen 
Boku wa nantoka yattemasu..."

Hi mam, Ibuku sayang.., Apa yang sedang kamu lakukan?
Maaf, akhir-akhir  ini aku tidak menghubungimu..
Aku ingin beri tahu, kalau kini aku sudah sukses…”

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Tubuh mu kecil dan begitu juga tangan mu
rambut putih dicampur
hitam yang sudah tumbuh lebih lama
Tapi bagiku kau masih lebih besar dari apa pun, lebih kuat dari siapa pun
Aku ingin bilang
kepada  anak-anak ku tentang cinta ini “cinta yang mendukung  ku”

Chikaku ni iru to iradatsu kuse ni Tooku ni iru to sabishiku kanji
Anata wa sonna sonzai Donna mondai mo Mi wo kezutte kaiketsu suru
Soshite Boku no shitteru dare yori mo Ichi-ban gamandzuyoku TAFU desu
Itsumo massaki ni ki ni suru Jibun janaku boku no karada de

Meskipun aku tumbuh dengan tidak sabar  ketika aku dekat mu…
Ketika engkau jauh dari ku, aku merasa kesepian
Itu yang
engkau lakukan untuk ku,
Engkau dapat menyelesaikan masalah  dengan menyelesaikannya
Dan
engkau pemilik kesabaran yang luar biasa dan engkau adalah orang tertangguh yang aku kenal
Engkau akan selalu prihatin terhadap kesejahteraan ku sebelum dirimu sendiri
 
Suiji sentaku Souji ni ikuji Amatta jikan sara ni shigoto shi
Ichi-ban hikui basho ni aru mono shika Motomenakattano Anata yo
Atarimae sugi wakaranakatta Hitori de kurashi hajimete wakatta
Anata no sugosa Taihensa Sore wo omoeba Kyou mo boku ganbareru sa
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Memasak, mencuci pakaian, membersihkan, membesarkan anak
Engkau bahkan bekerja selama waktu senggang
Engkau hanya akan membutuhkan hal-hal dari tempat terendah
Aku tidak mengerti meskipun saat itu begitu jelas
Barulah aku mulai hidup seorang diri
dan kini aku mengerti
Setiap kali
aku memikirkan berapa banyak yang telah engkau capai
Dan betapa sulitnya pasti, aku merasa seperti aku bisa mencoba melakukan sesuatu yg terbaik hari ini

"Ashita asa shichi-ji ni okoshite" to itte
Anata jikan doori ni okoshite kurete
Shikashi Rifujin na boku wa
Neboke nagara ni iu kotoba wa "Urusee!"
Konna kurikaeshi no RUUTIN Iyana kao hitotsu sezu ni
Anata Mainichi okoshite kureta
Donna mezamashi yori atatakaku seikaku datta

Aku akan mengatakan, "Bangunkan aku jam 07:00"
Dan
engkau akan membangunkan aku tepat pada waktunya
Dan aku akan bersikap adil kepada mu…
Aku tidak akan berkata apa”, meskipun aku masih setengah tertidur  
Ini adalah rutin harian
Tapi, Engkau tidak pernah melihatkan wajah lelahmu di hadapanku
Dan
itulah yang membuat ku terbangun setiap hari
Lebih hangat dan lebih akurat daripada jam alarm


Sore de mo aru hi Gakkou wo ZURUyasumi "Ikitakunai" to ii
Futon kara ichido mo denu boku mae ni Kao wo ryoute de ooikakushi
Oogoe agete naita Boku mo kanashikute naita
Sono toki boku wa "Nante baka na koto wo shitan da" to jibun semeta

Tapi kemudian suatu hari aku bolos sekolah dan berkata, "Aku tidak mau pergi"
Aku tidak akan meninggalkan kasur
ku dan engkau berdiri di depanku
Engkau pergi untuk Menyembunyikan wajahmu dan menutup wajahmu dengan kedua tanganmu dan engkau  menangis keras
Akupun merasa sangat sedih dan menangis
Pada waktu itu aku
sangat menyesal dan aku bertanya-tanya , "Bagaimana mungkin aku bisa begitu bodoh?"

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Kanshashitemasu 
My Mother...

Tubuh kecil dan begitu juga tangan mu
rambut putih dicampur
hitam dan engkau sudah tumbuh lebih lama
Tapi bagiku kau masih lebih besar dari apa pun, lebih kuat dari siapa pun
Aku
ucapkan terima kasih untuk cintamu selama ini “cinta yang mendukung ku,
ibu ku….

Kodomo ni sakidattareru hodo Tsurai koto nante Kono yo ni nai no dakara
Tatta ichi-byou de mo Anata yori nagaku ikiru koto Kore dake wa mamoru
Kore dake wa...
Anata no kodomo de yokatta Anata ga boku no haha de yokatta
Itsu made mo kawaranai Zutto zutto kawaranai
Boku wa anata no ikiutsushi dakara...

Aku tau tidak ada lebih menyakitkan di dunia
Dari orang tua yang mengubur anak mereka
Jadi aku akan memastikan itu tidak pernah
akan  terjadi
Bahkan jika
aku hanya tinggal satu detik lebih lama dari mu
Aku akan memastikan itu ...

Aku senang  karena aku adalah  anak mu
Aku senang
karena  kau adalah ibuku
yang
tak akan pernah berubah
Dan Itu tidak akan pernah berubah untuk  selamanya
Karena aku adalah sesuatu yg sangat berharga bagi mu ...

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Tubuh mu kecil dan begitu juga tangan mu
rambut putih dicampur
hitam dan engkau sudah tumbuh lebih lama
Tapi bagiku kau masih lebih besar dari apa pun, lebih kuat dari siapa pun
Aku ingin bilang
kpd  anak-anak ku tentang cinta ini “cinta yang mendukung  ku”

"Zutto boku no haha de ite Zutto genki de ite
Anata ni wa mada shigoto ga aru kara Boku no oyakoukou uketoru shigoto ga..."

"Jadilah ibu ku untuk selamanya
Engkau masih memiliki satu pekerjaan yang tersisa untuk melakukannya
Dan itu
adalah  untuk menerima cinta dan penghormatan dr anak mu..."


Minggu, 20 Maret 2011

Sajak Pendusta


tak perlu canggung jika tak berbalas langkah
menunggu harapan tanpa berkelu kesah
mengantar jiwa ke penjuru sejarah
sambutlah mereka bersama dermaga kebahagiaan
serupa janji tak mengucil bagi yang kecil
sedang sumpah bermula surga
memuja malu berharap kuasa
namun angkuh kan jadi sampah
bagai nyali yang tak berkilah
                        manipulasi bukan zamannya
                        menambah kebobrokan kepengapan dunia
                        belenggu nafsu abaikan cita
                        sebab raga kan semakin miris
                        sebelum tawa bertukar tangis

Jumat, 04 Maret 2011

Kembara Panjang


Ketika kuterjaga
kutambatkan kata dalam dermaga kebisuan
di pelataran pesisir rindu dan waktu
gelombang lautan menghantarku pada angan tak bertepi
dan aku bersama dekapan malam
tapi, kasihku
biarkan kisah menghampiri
di persinggahan abadi..
melengkapi usangnya  mimpi..

Terpasung Mimpi



kutanam rindu walau angin bergemuruh
dengan segelintir kisah
bagai titik-titik embun syahdu
yang berdusta oleh kendara  waktu
namun cintaku  melampau batas sunyi
terpahat menjadi prasasti

My sister

My sister
Tria...

Papa, Ibu, Nurul, Mazda

Papa, Ibu, Nurul, Mazda
dan mereka bermunajat kepada Mu.. Demi anak-anak

Papa dan Adik....

Papa dan Adik....
Pahlawan keluarga, pengemban amanah

My Sister

My Sister

Nurul :) Mazda

Nurul :) Mazda
Love u 4 ever

Your pictures and fotos in a slideshow on MySpace, eBay, Facebook or your website!view all pictures of this slideshow

Pengikut