Mendusta malam ucapmu lirih
hingga terjaga di bait diam
hingga terjaga di bait diam
Debarku menari lihai
pahamkah kau tentang sepi
pahamkah kau tentang sepi
Dalam tunggu melukis temaram
Lamunku.
Seberkas kisah mulai berpendar
Pun rindunya masih terdampar di malam lalu
Merangkum sedetik hening
Menyeru namamu
Di ambang rinai seketika lenyap
Pupus di awal senja
Kelam lalu tenggelam
Untuk yang tidak boleh disebut namanya
“Be…”







